Hukum Islam, Piagam Madinah, dan UUD 1945


Blog For Free!


Archives
Home
2012 September
2012 May
2012 February
2011 December
2011 August
2011 June
2011 April
2010 December
2010 November
2010 October
2010 September
2010 August
2010 July
2010 June
2010 May
2010 March
2010 January
2009 November
2009 October
2009 September
2009 August
2009 July
2009 June
2009 May
2009 March
2009 January
2008 December
2008 November
2008 October
2008 September
2008 August
2008 July
2008 June
2008 May
2008 April

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images

Sponsored
Create a Blog!


Links Terpilih

Blog Syahril Maulana
Istana Mug
Jasa Pembuatan Website Gratis
Just To Share
Really Free Hosting Forever
Souvenir Suka ayu
Website Ayu


Hukum Islam, Piagam Madinah, dan UUD 1945
10.28.08 (11:27 pm)   [edit]
Menurut teori hukum Islam (Ushul Fiqh), hukum Islam terbentuk atas 4 (empat) landasan yaitu Al Qur’an dan Sunnah (landasan materiil), Ijma (landasan formal), dan Qiyas (aktivitas penyimpulan analogi yang efisien). Dalam lingkungan masyarakat Islam sendiri berlaku 3 (tiga) kategori hukum, yaitu: Hukum Syariat (terdapat dalam Al Qur’an dan Hadits) yang berkaitan dengan perbuatan subyek hukum, berupa melakukan suatu perbuatan memilih atau menentukan sesuatu sebagai syarat, sebab, atau penghalang; Fiqh (Ilmu atau hasil pemahaman para ulama mujtahid) tentang hukum-hukum syara’ yang bersifat perbuatan yang dipahami dari dalil-dalilnya yang rinci; Siyasah Syar’iah (kewenangan Pemerintah/peraturan perundang-undangan) untuk melakukan kebijakan yang dikehendaki kemaslahatan melalui aturan yang tidak bertentangan dengan agama, meskipun tidak ada dalil tertentu. Adapun mengenai Piagam Madinah, seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa tidak lama setelah Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah, beliau membuat suatu piagam politik yang merupakan salah satu strategi umat Islam untuk membina kesatuan hidup di antara berbagai golongan warga Madinah. Dalam piagam tersebut dirumuskan aturan-aturan mengenai kebebasan beragama, hubungan antar kelompok, kewajiban mempertahankan hidup, dan sebagainya. Betapa tinggi nilai substansi Piagam Madinah tersebut hingga Almarhum Prof. Nurcholis Madjid menyatakan: ...bunyi naskah konstitusi (Piagam Madinah) itu sangat menarik. Piagam tersebut memuat pokok-pokok pikiran yang dari sudut tinjauan modern pun mengagumkan. Dalam konstitusi itulah untuk pertama kalinya dirumuskan ide-ide yang kini menjadi pandangan hidup modern di dunia. Dalam kaitan antara Piagam Madinah dengan kehidupan politik di Indonesia, tepatnya pada awal-awal kemerdekaan Republik Indonesia, maka umat Islam di Indonesia pada masa itu juga membentuk kesatuan hidup bersama dengan pemeluk agama lain berdasarkan UUD 1945. Alamsyah Ratu Perwira Negara (Mantan Menteri Agama RI) berpendapat bahwa penerimaan umat Islam terhadap Pancasila menurut rumusannya yang kompromistis sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang terdapat dalam Alinea IV UUD 1945, merupakan hadiah umat Islam bagi persatuan dan kemerdekaan Indonesia. Kedua konstitusi tersebut (Piagam Madinah dan UUD 1945) memiliki banyak kesamaan dalam hal pokok-pokok pemikiran, antara lain bahwa konstitusi merupakan bagian yang sangat penting dalam hidup bermasayarakat dan bernegara, dan juga berdasarkan perbandingan tersebut maka diperoleh kesimpulan bahwa yang paling penting dan harus selalu dipelihara dalam suatu konstitusi suatu masyarakat dan negara adalah sifat Islami, bukan label Islam. Korelasi Hukum Islam Dengan Hukum Nasional Tata hukum Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 telah memberikan landasan dan arahan politik hukum terhadap pembangunan bidang agama (hukum agama) dengan jelas. Menurut Prof. Mochtar Kusumatmadja, sila KeTuhanan Yang Maha Esa pada hakekatnya berisi amanat bahwa tidak boleh ada produk hukum nasional yang bertentangan dengan agama atau bersifat menolak atau bermusuhan dengan agama. Pasal 29 UUD 1945 menegaskan tentang jaminan yang sebaik-baiknya dari Pemerintah dan para penyelenggara negara kepada setiap penduduk agar mereka dapat memeluk dan beribadah menurut agamanya masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa negara mengakui dan menjunjung tinggi eksistensi agama termasuk hukum-hukumnya, melindungi dan melayani keperluan pelaksanaan hukum-hukum tersebut. Pola Legislasi Berkaitan dengan kontribusi hukum Islam dalam hukum nasional di Indonesia maka terdapat 3 (tiga) pola legislasi hukum Islam dalam peraturan perundang-undangan nasional, yaitu: 1. Hukum Islam berlaku untuk setiap warganegara dengan beberapa pengecualian. Pola ini dikenal sebagai pola unifikasi dengan diferensiasi (contoh: Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan), 2. Hukum Islam diundangkan dan hanya berlaku bagi umat Islam (contoh: Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh), dan 3. Hukum Islam yang masuk dalam peraturan perundang-undangan nasional dan berlaku untuk setiap warganegara (contoh: Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1990 Tentang Kesehatan). Prospek Hukum Islam Di Indonesia Berdasarkan keseluruhan dari uraian di atas, maka tidak ada alasan bagi bangsa Indonesia untuk tetap mendiskriminasikan hukum Islam dalam tata hukum nasional dengan alasan eksklusivitas, sebab secara historis hukum Islam dengan segenap pola legislasinya telah teruji, baik eksistensinya maupun efektivitasnya, dalam turut serta menjamin kehidupan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Hukum Islam bukanlah sesuatu yang harus dijadikan momok bagi masyarakat yang adil dan sejahtera karena hal ini telah terbukti sejak periode Piagam Madinah dimana kaidah-kaidah (hukum) Islam dapat menjamin kelangsungan penyelenggaraan negara secara adil dan sejahtera. Untuk mengimplementasikan semua itu tidak harus misalnya dengan menerapkan aturan-aturan pidana Islam di Indonesia ataupun bahkan dengan mengubah Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi Negara Islam, namun yang terpenting bahwa hukum Islam harus dapat menjiwai dan menjadi pondasi utama bagi struktur hukum nasional. Oleh karena itu, hukum Islam tidak hanya dapat hidup berdampingan dengan hukum nasional, namun hukum Islam juga dapat berperan sebagai pondasi utama dan melengkapi kekurangan-kekurangan hukum nasional. Penutup dan Kesimpulan Dalam menghadapi era globalisasi, hukum nasional Indonesia harus mampu menjawab tantangan fenomena global yang futuristik demi menjamin kelangsungan penyelenggaraan kehidupan bernegara secara adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dengan didampingi oleh kaidah-kaidah (hukum) Islam, ditambah dengan nilai-nilai intrinsik dari hukum adat dan modernisasi positif dalam hukum Barat, maka hendaknya hukum nasional bukan lagi merupakan kodifikasi dari aturan-aturan yang ada, melainkan sebagai alat modifikasi bagi terwujudnya kehidupan bernegara di Indonesia secara lebih baik.

 


posted by: SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21 (reply)
post date: 02.10.09 (10:58 am)

Tolong berikan pemahaman yang arif dan bijaksana untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang majemuk ini. Untuk ini perlu sosialisasi yang tetap mampu memelihara persatuan dan kesatuan NKRI. Terimakasih atas uraiannya ! Berkah Allooh SWT selalu ! Aamiiiiiin 3x.



posted by: Alfiansyah Dwi Cahyo Himawan (reply)
post date: 09.11.09 (9:44 pm)

asslm
saya ingin bertanya,berarti dengan begitu pembahasan diatas termasuk proses unifikasi, bkn begitu ?



posted by: riana (reply)
post date: 09.12.09 (4:40 am)

ya benar, unifikasi hukum adalah salah satu keanekaragaman produk hukum di Indonesia, yang mana dari ketiga sistem hukum yang hidup di Indonesia, yaitu hukum adat, hukum Islam dan hukum barat, ketiganya bisa dijadikan menjadi kodifikasi hukum yang bersifat nasional



posted by: pram (reply)
post date: 09.27.10 (10:00 pm)

ka contoh dari unifikasi hukum apa aja sih????
thnaks ka



posted by: riana (reply)
post date: 09.29.10 (12:05 am)

Contoh Unifikasi Hukum UU No. 1 / 1974 tentang Perkawinan



posted by: lala (reply)
post date: 01.21.11 (8:14 pm)

bagus



posted by: lala (reply)
post date: 01.21.11 (8:21 pm)

bagus



posted by: fatma (reply)
post date: 09.27.11 (10:06 pm)

intinya hukum islam itu termasuk dalam kodifikasi atau unifikasi??



posted by: Liquidsnake (reply)
post date: 10.31.11 (7:20 pm)

Lalu mengapa ada pengekangan terhadap umat Islam dengan menghapus 7 kata dalam Piagam Jakarta, yaitu dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Piagam Madinnah jelas menjadikan aturan Allah diatas segalanya, tapi sekarang justru yang ingin menjalankan syariat Islam malah dianggap sebagai teroris. Dimana letak kebebasan menjalankan kewajiban beribadah bagi para pemeluk agama? terutama umat Islam yang selalu didiskriminasikan?



posted by: moza (reply)
post date: 09.24.12 (4:00 am)

bisakah di perjelas perbedaan piagam madinah dan UUD 45




posted by: canary wharf (reply)
post date: 06.05.14 (11:45 pm)

A7TjUF I truly appreciate this post.Much thanks again. Really Great.



posted by: canary wharf (reply)
post date: 06.11.14 (4:43 pm)

6HL5AU I appreciate you sharing this blog post.Thanks Again. Much obliged.



posted by: Mobile Solar Generator (reply)
post date: 06.12.14 (7:13 am)

I value the blog post.Really looking forward to read more. Cool.



posted by: Marihuana (reply)
post date: 06.12.14 (7:17 am)

Great blog article.Thanks Again. Awesome.



posted by: holy grail of weight loss (reply)
post date: 06.12.14 (7:19 am)

Muchos Gracias for your post.Much thanks again. Fantastic.



posted by: Escort Girls Mallorca (reply)
post date: 06.16.14 (9:10 am)

Im obliged for the blog article.Much thanks again. Keep writing.



posted by: things to do in Madrid (reply)
post date: 06.18.14 (6:10 am)

Hey, thanks for the article. Awesome.



posted by: cheap seo services (reply)
post date: 06.19.14 (12:03 pm)

CJFa2o I appreciate you sharing this post. Great.



posted by: Gamification Blog (reply)
post date: 06.21.14 (2:21 pm)

Im thankful for the blog post.Really looking forward to read more. Really Great.



posted by: Unusual Jewellery (reply)
post date: 06.21.14 (2:23 pm)

I really enjoy the blog post.Really looking forward to read more. Cool.



posted by: Best primary schools in Port-Harcourt (reply)
post date: 06.24.14 (1:18 am)

ecXRKk I really like and appreciate your blog post. Keep writing.



posted by: mosquito nets (reply)
post date: 06.24.14 (4:17 am)

Im thankful for the blog. Will read on...



posted by: Adipex (reply)
post date: 06.25.14 (2:01 am)

Very informative blog.Really looking forward to read more. Really Great.



posted by: Giada (reply)
post date: 06.29.14 (12:49 am)

I feel saieiftsd after reading that one.



posted by: Top boarding schools in Port-Harcourt (reply)
post date: 06.30.14 (1:56 am)

Thanks so much for the post.Much thanks again. Cool.



posted by: Walnut Creek DUI Lawyer (reply)
post date: 06.30.14 (1:58 am)

Say, you got a nice blog post.Much thanks again. Much obliged.



posted by: Top schools in Port-Harcourt (reply)
post date: 07.01.14 (4:31 am)

Thanks for the article.Really thank you! Awesome.



posted by: death cleanup fl (reply)
post date: 07.03.14 (7:49 am)

I really enjoy the blog.Much thanks again. Really Great.



posted by: Serious game company (reply)
post date: 07.03.14 (7:51 am)

Major thanks for the article post. Really Cool.



posted by: good backlinks (reply)
post date: 07.03.14 (2:58 pm)

6EH5Tm Major thanks for the blog post.Really looking forward to read more. Really Great.



posted by: Milk Thistle Supplements (reply)
post date: 07.07.14 (3:55 am)

I really enjoy the article. Will read on...



posted by: Portland OR (reply)
post date: 07.08.14 (7:20 am)

Great blog post.Thanks Again.



posted by: dentures Ludwigsburg (reply)
post date: 07.09.14 (8:00 am)

Looking forward to reading more. Great blog.Really thank you! Will read on...



posted by: Corrlinks Login (reply)
post date: 07.16.14 (1:04 am)

OKzXCy Muchos Gracias for your article post.Thanks Again. Really Cool.



posted by: Top boarding schools in Port-Harcourt (reply)
post date: 07.18.14 (1:53 am)

I really enjoy the article. Really Great.

Your Name:


Your Comment:


Download Materi