Sunah Rasul tentang Hukum Perkawinan Islam


Blog For Free!


Archives
Home
2012 September
2012 May
2012 February
2011 December
2011 August
2011 June
2011 April
2010 December
2010 November
2010 October
2010 September
2010 August
2010 July
2010 June
2010 May
2010 March
2010 January
2009 November
2009 October
2009 September
2009 August
2009 July
2009 June
2009 May
2009 March
2009 January
2008 December
2008 November
2008 October
2008 September
2008 August
2008 July
2008 June
2008 May
2008 April

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images

Sponsored
Create a Blog!


Links Terpilih

Blog Syahril Maulana
Istana Mug
Jasa Pembuatan Website Gratis
Just To Share
Really Free Hosting Forever
Souvenir Suka ayu
Website Ayu


Sunah Rasul tentang Hukum Perkawinan Islam
05.14.08 (6:20 pm)   [edit]
Meskipun Al-qur’an telah memberikan ketentuan-ketentuan hukum perkawinan dengan amat terperinci sebagaimana disebutkan diatas, tetapi masih diperlukan adanya penjelasan-penjelasan Sunnah rasul, baik mngenai hal-hal yang tidak disinggung maupun mengenai hal-hal yang telah disebutkan dalam Al-qur’an dengan secara garis besar. Beberapa contoh Sunnah Rasul mengenai hal-hal yang disinggung dalam A-qur’an dapat disebutkan antara lain sebagai berikut : 1 Hal-hal yang berhubungan dengan walimah 2 Tata cara peminangan 3 Saksi dan wali dalam akad nikah 4 Hak mengasuh anak apabila terjadi perceraian. 5 Syarat yang disertakan dalam akad nikah. Beberapa contoh penjelasan Sunnah Rasul tentang hal-hal yang disebutkan dalam Al-qur’an secara garis besar antara lain sebagai berikut : 1. Pengertian “quru” yang disebutkan dalam Al-qur’an mengenai masa ‘iddah perempuan yang ditalak suaminya. 2. Bialngan susuan yang mengakibatkan hubungan mahram. 3. Besar kecil mahar (maskawin) 4. izin keluar rumah bagi perempuan yang mengalami masa ‘iddah talak raj’i 5. Perceraian yang terjadi karena li’an merupakan talak yang tidak memungkinkan bekas suami isteri kembali nikah lagi.

 


posted by: ayhu (reply)
post date: 01.28.10 (2:15 am)

saya ingin brtanya ..ulama mengatkn bhwa hukum nikah ada 5,yaitu mubah,sunah,haram,makruh,dan wajib...brknlah contoh mzing_masing dari hukum di atas. Dan perbedaan antara ijab kabul dlm pernikahan dan ijab kabul dalam jual beli.sekian.thank's...



posted by: ayhu (reply)
post date: 01.28.10 (2:15 am)

saya ingin brtanya ..ulama mengatkn bhwa hukum nikah ada 5,yaitu mubah,sunah,haram,makruh,dan wajib...brknlah contoh mzing_masing dari hukum di atas. Dan perbedaan antara ijab kabul dlm pernikahan dan ijab kabul dalam jual beli.sekian.thank's...



posted by: riana (reply)
post date: 02.03.10 (10:43 pm)

Reply to:
hukum nikah :
wajib : bila mempunyai keinginan dan kemampuan material, mental dan spiritual utk kawin dan jika tdk kawin takut berbuat zina, sunah : punya kemampuan utk kawin, haram : tidak punya keianginan dan kemampuan dan jika kawin akan mendatangkan penderitaan, makruh : memiliki kemampuan, tetapi ada kekhawatiran tdk dpt memenuhi kewajiban, mubah : mampu utk kawin dr segi fisik, materil, spiritual



posted by: umy (reply)
post date: 04.05.10 (11:49 pm)

apakah perkawinan siri menyebabkan dosa'..........



posted by: riana (reply)
post date: 04.06.10 (10:06 am)

Reply to:
nikah siri atau yg sering disebut nikah di bawah tangan adl pernikahan yg dilangsungkan berdasarkan hk islam, asalkan rukun & syarat nikah nya terpenuhi sesuai dgn ketentuan maka pernikahan tsb sah di dlm islam, tp mslahnya Indonesia mewajibkan setiap warga nya yg ingin menikah hrs mencatatkan pernikahan tsb agar sah di depan hk, bertujuan agar si wanita dan anak yg dilahirkan kelak mendpt status hk yg jelas, jika perkawinan tsb nantinya bermasalah, misalnya dlm hal gugat cerai, membuat akta kelahiran, membagi waris, dll, maka bukti surat nikah bisa dijadikan dsr hk yg kuat, membenarkan mereka yg bermasalah tsb memang suami istri yg sah, baik menurut agama ataupun menurut negara. jadi pd dsr nya nikah siri itu tdk dosa, hanya saja jika perkawinan itu tdk tercatat maka merupakan pelanggaran administrasi seperti yg ada di dlm PP No.9/1975



posted by: indri (reply)
post date: 09.03.11 (2:50 am)

Alm.ibu sya meminta sya tuk mnikah sblm beliau meninggal,jika sya ingin menikah krna takut pikiran negativ dan krna jinah,apa boleh sya melakukan pernikahan tsb.sdangkan ade kandung sya(satu bapak lain ibu)menikah dlam tahun ini juga..

Mohon solusinya





posted by: riana (reply)
post date: 09.04.11 (11:34 pm)

to Indri :
Jika ingin menikah krn takut berbuat jinah, maka hukumnya WAJIB/HARUS anda segera menikah, mengenai adik kandung anda juga akan menikah dalam tahun ini tdk ada mslh dgn niat anda akan melangsungkan pernikahan




posted by: ania (reply)
post date: 03.24.12 (12:35 am)

bila kita mengadakan resepsi, wajibkah? bagi pihak laki/wanita, lebih berat kemana?



posted by: riana (reply)
post date: 03.26.12 (11:03 pm)

resepsi hukumnya sunat, tidak di wajibkan. Jika ada kelebihan rizkinya silahkan mengadakan walimah/resepsi sesuai dgn kemampuan masing-masing pihak.



posted by: Aryo (reply)
post date: 06.16.12 (8:26 am)

Tanya:bila suami istri sudah bercerai atas gugatan istri dan sudah di kabulkan pengadilan agama,bgaimana jika suami istri tsb bisa mnikah lagi(rujuk)?



posted by: Aryo (reply)
post date: 06.16.12 (8:26 am)

Tanya:bila suami istri sudah bercerai atas gugatan istri dan sudah di kabulkan pengadilan agama,bgaimana jika suami istri tsb bisa mnikah lagi(rujuk)?



posted by: ulfa (reply)
post date: 06.17.12 (6:17 am)

saya ingin menikah dengan seorng lelaki, dan ingin menghindari zina, akn tetapi ibu melarang saya menikah sebelum masa pendidikan saya selesai, selain itu laki2 yg saya suka memiliki penyakit yg memungkinkn ibu tdk menyetujui. bagaimna mengatasi masalah saya... mhon bantuannya...



posted by: riana (reply)
post date: 06.17.12 (11:56 pm)

to. Aryo
Jika suami istri sudah bercerai atas gugatan istri dan sudah dikabulkan PA, dan suami istri tsb ingin rujuk, maka dapat melakukan pernikahan kembali dengan syarat dan rukun yang sudah ditentukan dalam Hukum Perkawinan Islam.




posted by: riana (reply)
post date: 06.17.12 (11:59 pm)

to: Ulfa
Jika ingin menikah krn takut berbuat jinah, maka hukumnya WAJIB/HARUS anda segera menikah, berikan pengertian kepada orang tua anda, kalau anda sudah siap dan pernikahan tidak akan menghalangi pendidikan anda. jika calon suami anda mempunyai penyakit, sebaiknya di konsultasikan lebih lanjut kepada dokter dan apakah tidak membahayakan dan tidak menular kepada pasangannya. Setiap penyakit pasti ada obatnya.


Your Name:


Your Comment:


Download Materi