AYAT AL-QUR’AN TENTANG WARIS


Blog For Free!


Archives
Home
2012 September
2012 May
2012 February
2011 December
2011 August
2011 June
2011 April
2010 December
2010 November
2010 October
2010 September
2010 August
2010 July
2010 June
2010 May
2010 March
2010 January
2009 November
2009 October
2009 September
2009 August
2009 July
2009 June
2009 May
2009 March
2009 January
2008 December
2008 November
2008 October
2008 September
2008 August
2008 July
2008 June
2008 May
2008 April

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images

Sponsored
Create a Blog!


Links Terpilih

Blog Syahril Maulana
Istana Mug
Jasa Pembuatan Website Gratis
Just To Share
Really Free Hosting Forever
Souvenir Suka ayu
Website Ayu


AYAT AL-QUR’AN TENTANG WARIS
04.29.08 (10:27 pm)   [edit]
ALLAH SWT berfirman : "Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu, bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa diantara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. SesungguhnyaAllah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (an-Nisa': 11). "Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan, yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar utangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun." (an-Nisa': 12). "Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: 'Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meningal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sebanyak bagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (an-Nisa': 176)

 


posted by: icha (reply)
post date: 04.12.10 (12:56 pm)

it's so nice



posted by: tino (reply)
post date: 04.27.10 (7:53 pm)

terima kasih atas penyampaiannya,kalo boleh saya minta pendapat dari anda,,,orang tua saya sudah meninggal,dan orang tua dari ayah saya meninggal dengan meninggalkan sebuah rumah,apakah saya masih mendapat bagian dari rumah peninggalan nenek saya???/



posted by: riana (reply)
post date: 04.29.10 (2:04 pm)

Reply to:
Siapa lagi ahli waris lain selain anda ? apakah ada saudara orang tua anda ? atau paman dan bibi, tolong lebih rinci lagi, kalau hanya anda sendiri ahli warisnya, tdk ada ahli waris lain, maka anda berhak sebagai ahli waris pengganti.



posted by: mheddy (reply)
post date: 09.26.10 (6:44 pm)

pak saya mau tanya didekat rumah saya ada sengketa tanah antar saudara, dulu tanah itu milik satu orang tp oleh karenanya tanah itu diberikan kepada ayahnya dan saudara laki-lakinya, dan tanah itu dibuatkan 1 sertifikat tanah, bagian ayahnya telah di hibahkan ke beberapa saudarannya sama rata, sedangkan bagian saudara laki-lakinya tadi diwarisinya kepada anak-anaknya. dan ayah n saudara laki-laki semuanya sudah meningal dunia, disini timbul permasalahan, saudara perempuan telah menjual tanahnya kepada anaknya tanpa sepegetahuan diketahui pemegang sertifikat(anak saudara laki-laki) dan anaknya saudara perempuannya ingin membagun sebuah ruko permanen di tanah tersebut tanpa sepengetahuan si pemengang sertifikat.



posted by: riana (reply)
post date: 09.26.10 (9:10 pm)

Tanah tsb sudah jelas pemiliknya, dan sudah jelas status hukumnya, ada yang dihibahkan dan ada yang diwariskan, serta bukti otentiknya pun sudah jelas, seseorang yang tidak berhak atas kepemilikan tanah tsb dilarang untuk menjual/mengambil alih kepemilikan tanah tsb tanpa sepengetahuan yang berhak.



posted by: elok-jkt (reply)
post date: 02.03.11 (4:10 pm)

Ass, saya ingin memperjelas soal hak waris ini, bagaimana hukumnya bila salah seorang ahli waris (5 orang bersaudara kandung) menahan hak waris saudaranya yang lain?
Alasan ditahan itu supaya terjaga jangan sampai habis dipakai untuk kebutuhan sehari-hari,dan harta itu diserahkan kepada anak dari ahli waris tsb (saudara kandung)yang notabene hidupnya justru masih belum stabil. Mungkin niatnya baik, tapi apakah dibenarkan keadaan demikian itu? Terimakasih. Wassalam



posted by: riana (reply)
post date: 02.04.11 (4:29 am)

Segala sesuatu tergantung dr pd niat,jika niatnya utk kebaikan & utk kemaslahatan hidup seseorng dan ahli waris tsb tetap mendptkan sesuai dgn bagiannya serta ahli waris yg lain tdk mengurangi bagiannya,maka hal tsb bisa saja dilakukan.




posted by: Embang (reply)
post date: 05.26.11 (2:05 am)

Pa saya anak ke 5 dari 8 bersaudara 4 Laki2 4 Perempuan ayah sayah telah meninggal, dan meninggalkan 2 Harta waris 1 Rumah 1 tanah seluas 500 m2. Tanah telah laku terjual dan sekarang uangnua telah di belikan rumah oleh kaka saya tanpa seijin hak waris tapi ibu dan 2 adik saya akhirnya setuju di berikan rumah tapi 5 yang lainya ga setuju. Karena yg nempati rumah itu akhirnya hanya oleh kaka saya yang paling tua tapi ibu masih dirumah lama sehingga sebagian dari hak waris jadi pada ribut. gimana hukumnya ya pa ustad



posted by: riana (reply)
post date: 05.26.11 (7:50 pm)

pembagian waris menurut hk islam,istri/janda mendapatkan 1/8 bagian, sedangkan anak2 lk dan pr menjadi ashabah (mendapat bagian sisa dr milik istri/janda) dgn pembagian anak lk masing2 2 bagian sedangkan anak pr masing2 1 bagian, meskipun ada seijin dr ibu anda dan 2 sdr yg lain, pembagian waris menurut hk islam harus dilaksanakan sesuai dgn ketentuan bagian masing2, agar tdk termakan hak org lain




posted by: shelly (reply)
post date: 08.05.11 (10:32 pm)

mo tanya,ada yg bilang jika seorang istri hanya mempunyai anak perempuan,maka jika suaminya meninggal,harta warisan itu tdk jatuh ke anak2nya melaikan ke paman sang suami,apakah itu betul??..terima kasih.



posted by: riana (reply)
post date: 08.05.11 (11:29 pm)

untuk shelly : seorang istri yg punya satu anak pr, ditinggal mati oleh suami,maka istri mendpt 1/8 bagian dan jika anak pr hanya 1 org mendpt 1/2 bg, jika anak pr 2 atau lebih maka mendpt 2/3 bg, jika ada anak lk maka menjadi ashabah (mendpt bagian sisa) bersama dgn sdr lk nya, pernyataan di atas tdk benar




posted by: nita (reply)
post date: 10.23.11 (3:26 am)

assalamualaikum, saya mau tanya, mertua (laki2) saya meninggal. meninggalkan seorang ibu, 1 istri, 1 anak laki2, 4 saudara perempuan, dan 1 saudara laki2. bagaimana pembagian warisannya. terima kasih



posted by: riana (reply)
post date: 10.23.11 (6:47 am)

istri mendapat 1/8 bagian, ibu 1/6 bagian, anak laki2 kedudukannya sbg ashabah (ahli waris yg mendpt sisa dr harta warisan) yaitu semua sisa harta waris setelah dibagikan 1/8 kpd istri & ibu 1/6 bagian. sdgkan sdr pr & lk (mahjub/terhalang) mendpt warisan krn sisa harta dihabiskan oleh anak lk.



posted by: AriN (reply)
post date: 01.15.12 (8:20 am)

Aslm, mo tanya ne pa. .
Ayah saya dlu pernah menika dan d karuniai 1 anak laki2, stelah itU beliau nikah lg dan di karuniai 2 anak laki2. . Dn kmudian ayah saya meninggal duni meningGalkan rumah dan tanah. . Gimana untk pembagian'y yg seadil2nya? Trima kasi. . Wasslm



posted by: riana (reply)
post date: 01.26.12 (9:05 pm)

for AriN : 1/8 bagian untuk istri yg ditinggalkan, sisanya untuk ketiga anak lk2 almarhumah, masing2 anak mendptkan 2 bagian dr sisa harta yg sudah di bagikan kpd istri



posted by: AriN (reply)
post date: 01.31.12 (6:21 am)

Aslm, mf mO tanya lg ga pp kan. . ?
Kalo 1/8 itU untk istri kalo bagian rumah beserta isi dr peninggalan almarhum itu bgian hak istri atau hak anak dr almarhum??



posted by: riana (reply)
post date: 01.31.12 (10:35 pm)

for AriN : jika t'masuk harta gono gini, maka bagi 2 dulu. 1/2 untuk istri + 1/8, 1/2 nya lg untuk anak2.



posted by: maesuri (reply)
post date: 02.15.12 (12:04 am)

aslm, maaf mau konsul nih, setelah mertua sy kedua2nya meninggal , ada harta waris yg ditinggalkan. jumlah anak 6, 2 laki-laki, 4 perempuan, jd hartanya dibagi 8 dulu baru nanti laki2nya dpt 2 bagian dan perempuannya 1 bagian, begitu kah? terimakasih atas jawabannya



posted by: maesuri (reply)
post date: 02.15.12 (12:10 am)

aslm, maaf mau konsul nih, setelah mertua sy kedua2nya meninggal , ada harta waris yg ditinggalkan. jumlah anak 6, 2 laki-laki, 4 perempuan, jd hartanya dibagi 8 dulu baru nanti laki2nya dpt 2 bagian dan perempuannya 1 bagian, begitu kah? terimakasih atas jawabannya



posted by: riana (reply)
post date: 02.15.12 (1:19 am)

to: maesuri, ya betuuull 2 : 1




posted by: maesuri (reply)
post date: 02.15.12 (2:09 am)

aslm, maaf mau konsul nih, setelah mertua sy kedua2nya meninggal , ada harta waris yg ditinggalkan. jumlah anak 6, 2 laki-laki, 4 perempuan, jd hartanya dibagi 8 dulu baru nanti laki2nya dpt 2 bagian dan perempuannya 1 bagian, begitu kah? terimakasih atas jawabannya



posted by: (reply)
post date: 02.27.12 (8:31 pm)

macam-macam hikmah pembagian waris




posted by: naufal (reply)
post date: 03.21.12 (11:52 pm)

salam,
saya ingin bertanya, tanah yang dimiliki ayah saya diminta hak oleh nenek dari ayah saya dan kakak perempuannya, karena tanah tersebut mereka pikir dari pemberian emas yang dikasihkan ke ayah saya, padahal emas tersebut merupakan pemberian/titipan dari ayah saya. Tanah tersebut di beli setelah ayah saya menikah dengan ibu saya. Pertanyaan saya, apakah nenek dan kakaknya tersebut memiliki hak? Bagaimana kami harus menyelesaikan masalah ini dengan baik? Masalah ini terjadi setelah kami jual beli tanah.
Mohon balasannya ya.
Dan terima kasih, semoga Allah selalu memberikan rahmat dan hidayah-Nya buat admin.....



posted by: naufal (reply)
post date: 03.21.12 (11:54 pm)

salam,
saya ingin bertanya, tanah yang dimiliki ayah saya diminta hak oleh nenek dari ayah saya dan kakak perempuannya, karena tanah tersebut mereka pikir dari pemberian emas yang dikasihkan ke ayah saya, padahal emas tersebut merupakan pemberian/titipan dari ayah saya. Tanah tersebut di beli setelah ayah saya menikah dengan ibu saya. Pertanyaan saya, apakah nenek dan kakaknya tersebut memiliki hak? Bagaimana kami harus menyelesaikan masalah ini dengan baik? Masalah ini terjadi setelah kami jual beli tanah.
Mohon balasannya ya.
Dan terima kasih, semoga Allah selalu memberikan rahmat dan hidayah-Nya buat admin.....



posted by: azmi (reply)
post date: 03.22.12 (12:01 am)

salam,
saya ingin bertanya, tanah yang dimiliki ayah saya diminta hak oleh nenek dari ayah saya dan kakak perempuannya, karena tanah tersebut mereka pikir dari pemberian emas yang dikasihkan ke ayah saya, padahal emas tersebut merupakan pemberian/titipan dari ayah saya. Tanah tersebut di beli setelah ayah saya menikah dengan ibu saya. Pertanyaan saya, apakah nenek dan kakaknya tersebut memiliki hak? Bagaimana kami harus menyelesaikan masalah ini dengan baik? Masalah ini terjadi setelah kami jual beli tanah.
Mohon balasannya ya.
Dan terima kasih, semoga Allah selalu memberikan rahmat dan hidayah-Nya buat admin.....



posted by: Munhar (reply)
post date: 07.05.12 (9:15 am)

Ass.
Saya mau bertanya, istri saya mendapat harta warisan, dari sebidang tanah yg sudah terjual. Sebelumnya saya mau menyatakan kalo saya benar2 tidak mau ikut campur dalam urusan ini, dan tdk mau mengambil sebagian kecil saja dari harta waris tsb. Tapi yg ingin saya tanyakan bolehkah seseorang mengatur warisan yg hak dari istri saya...?? Dalam hal ini saudara tertua dari orang tua istri. Jadi intinya istri saya meminta warisan tsb berupa uang saja mau buat usaha katanya, tapi pak dhe nya mengatakan akan dibelikan sebidang tanah saja sbg ganti dari dan itu harus. Apakah ini bisa dibenarkan baik istri saya atau pakdhe nya .... ?? terima kasih wass.



posted by: riana (reply)
post date: 07.12.12 (10:02 pm)

to : Munhar
istri anda punya hak penuh atas bagiannya, jika ia menginginkan uang saja, seharusnya berikan uang yg sesuai dengan bagiannya, itu adalah hak preogratif istri anda untuk menentukan bagian dia. Ahli waris lain semestinya menghormati keputusan istri anda krn ia berhak penuh atas bagiannya.



posted by: Munhar (reply)
post date: 07.13.12 (11:03 pm)

Terima kasih banyak atas penjelasannya



posted by: junaedi (reply)
post date: 09.17.12 (2:54 am)

ass,
sy ingin bertanya,ayah sy sudah meninggal thn 2004 mempunyai 2 rmh,sawah.sawah sudah di jual atas kesepakatan 4 orang anak,ibu suadah pikun,apakah uang hasil penjualan tanah di sebut warisan?



posted by: Anto (reply)
post date: 09.23.12 (8:11 am)

Ass. Kami bersaudara 5 orang 2 laki2 dsn 3 perempuan. Ayah sudah meninggal, sedang ibu sudah tua dan pelupa. Saat masih hidup ayah saya utk keperluan praktis mengatasnamakan rumah2nya kepada anak2nya. Tetapi karena saat itu tidak dimaksudkan untuk pembagian, maka nilai dari rumah/harta yang diatas namakan anak2nya TIDAK SESUAI DG KAIDAH PEMBAGIAN WARIS SECARA ISLAM. Jelasnya, nilai dari harta/rumah yang diatas namakan tersebut berbeda dengan aturan waris Islam. Anak2 yang mendapat nilai lebih dari haknya, sudah menyatakan bahwa yang sudah atas nama mereka menjadi hak mereka. Sementara itu ada 1 anak laki2 yang belum kebagian sama sekali, dan 1 anak perempuan yang bagiannya sangat kecil dibanding kedua anak perempuan lainnya.
Pertanyaan saya, bagaimana pembagian warisnya, kalau ibu masih ada, dan bagaimana kalau ibu saya sudah tidak ada?
Wass, terimakasih



posted by: wahyuni (reply)
post date: 10.12.12 (2:32 am)

Ass...bapak sy sdh meninggal,meninggalkan 1 orang istri, 3 anak lk dan 2 anak pr, dulu ktk bpk msh ada dan disetujui ibu hingga saat ini, menginginkan kelak warisan agar dibagi ke 5 anaknya {lk dan pr } sama rata dg diketahui smua anak2nya. Apa yg hrs dilakukan agar tdk menyalahi syariah Islam tp keiinginan orangtua jg terpenuhi? Mohon jawaban...Wass, trimakasih



posted by: Dian (reply)
post date: 10.24.12 (6:02 am)

Alm.ayah mertua saya m'punyai 2 orng istri.. Dr istri yg p'tama sdh meninggal dan m'punyai 5 orng anak dan istri yg ke dua m'punyai 2 orng anak.. Alm. Meninggalkan warisan 3 rumah dan yg 2 rmh sdh d jual tnpa spengetahuan istri ke dua yg masih hidup dan anak dr istri keduapun tidak d bagi sama sekali.. Itu gmn y?



posted by: (reply)
post date: 10.24.12 (6:14 am)

Ass.. Alm.ayah mertua saya m'punyai 2 orng istri.. Dan istri yg p'tama sdh meninggal dan m'punyai 5 orng anak dan istri yg ke dua m'punyai 2 orng anak.. Alm. Meninggalkan warisan 3 rumah dan yg 2 rmh sdh d jual oleh 5 orng anak dr istri yg pertama tnpa spengetahuan istri ke dua yg masih hidup dan anak dr istri kedua, istri ke 2 dan kedua anak laki2'y jg tidak d bagi sama sekali.. Di sini saya ingin menanyakan apakah dr anak pertama itu benar bahwa mereka tdk m'bagikan kpd istri ke 2 yg masih hidup dan ke 2 anak'y.. Dan bagaimanakah cara pembagian'y?? Wass..



posted by: al ghozi (reply)
post date: 10.29.12 (11:55 pm)

ass..maaf, sy ingin bertanya apakah keponakan sy (anak dr abang sy) berhak mendapatkan waris karena ayahnya ( abang sy) wafat sebelum ayah kami wafat...bgm ketentuan hukum nya menurut islam,trims wlkm slm...



posted by: SUDARYONO (reply)
post date: 02.04.13 (11:02 am)

sejak kecil hingga detik ini tidak ada kecocokan dengan bapak saya..sampai akhirnya ada kalimat bahwa saya tidak akan di berikan warisan tetapi warisan hak saya akan di berikan kepada anak saya..apakah hal tsb sesuai dengan ajaran atw hukum islam sedangkan bila salah itu akan membebankan orang tua saya di alam nanti..? DALAM AL-QURAN DIATUR DALAM SURAT DAN AYAT BERAPA ATAS jwbannya saya ucapkan terimaksih..



posted by: shuzu (reply)
post date: 02.20.13 (9:24 am)

ass...ahli faraidh, sy ingin tau hukum nya
sy mempunyai kakek sudah meninggal n mempunyai 3 isteri
isteri pertama sdh mninggal dluan n mempunyai 1 anak pr
isteri ke-2 lom mninggal n tdk punya anak
isteri ke 3 sdh dicerai n sdh mninggal mempunyai 1 anak lk2, yg sy tanyakn:
1) bgmn pmbagian yg benar
2) dpt kah ayah sy (dri isteri 3 ) bgian waris itu sdang ayah sy sdh mninggal dluan dr si kakek



posted by: vint (reply)
post date: 03.06.13 (9:44 am)

maaf mau ikut jawab dari pertanyaan shuzu, yng mndapat warisan adalah:
1. Istri ke-2 mndapat 1/8
2. Anak pr dri istri ke-1 mndpat 1/2
3. Ayah anda tdak mndapat warisan krn mninggal duluan, dan anda berhak menerima waris sebagai cucu dari anak lk2, jka ayah anda pny anak lk2 satu/lebih dr satu atau anak lk+pr mka bagiannya ashobah, bgikan sprti biasa 2bgian untk lk 1bgian untk pr, tpi jk ayah anda hny pnya anak pr (satu/lebih) maka bagiannya 1/6.
Begitulah kira-kira
o iya istri ke-3 tdk mndpat warisan



posted by: riana (reply)
post date: 03.09.13 (7:49 am)

untuk vint yg jwb prtnyaan shuzu : trims sdh bantu jwbkan prtnyaannya, dan jwbnnya adlh BETUUUULLLLL




posted by: wahyuni (reply)
post date: 03.20.13 (2:29 am)

mba riana...tlg dong dijawab pertanyaan sy tertanggal 12 okt 2012



posted by: Husni Kamal (reply)
post date: 04.09.13 (3:48 pm)

Assalamualaikum Wr.W
Saya mempunyai ibu sudah meninggal sekitar 3 thn lalu, dia meninggalkan harta waris berupa rumah yang berasal dari waris kakek saya (Bapaknya ibu saya), masalahnya bapak saya sebelum ibu saya meningga kawain lagi hingga kita di tinggalkan bertahun tahun tanpa dia tinggal di rumah bersama ibu saya, status ibu saya tidak di cerai, sekarang rumah tersebut saya mau jual, apakah bapak saya mendapatkan hak waris dari peninggalan ibu saya, saya 8 bersaudara dari satu ibu kandung 5 laki, 3 perempuan, mohon jawabannya terima kasih, wassalamualaikum Wr.Wb



posted by: riana (reply)
post date: 04.16.13 (3:45 pm)

untuk sdr Wahyuni : silahkan untuk membagikan harta warisan dgn bagi rata,dengan syarat sebelum harta warisan di bagikan, bayarkan dulu utang si mayyit (jika ada) yg di ambil dr harta peninggalan si mayyit, memenuhi wasiat (jika ada), setelah semua terselesaikan, silahkan membagikan waris menurut hukum faraidh dulu dgn pembagian 1 orang istri 1/8 bagian, 3 anak lk dan 2 anak pr mendapatkan bagian sisa dr pembagian istri, dgn pembagian laki2 2x lipat dibandingkan anak pr, jadi pembagiannya 2:1. Setelah ahli waris mengetahui pembagian warisan secara faraidh, barulah disepakati pembagian harta secara bagi rata dgn keikhlasan dan keridhaan semua pihak ahli waris.



posted by: Andi (reply)
post date: 09.26.13 (4:23 pm)

mohon pencerahannya Bu,
1. Apabila Pewaris meninggalkan ahli waris hanya Ayah dan Cucu laki-laki dari anak perempuan, siapakan yang menjadi ahli waris Ashabah?

2. Apabila pewaris meninggalkan Ahli waris hanya seorang cucu laki-laki dan cucu perempuan, berapakan bagian masing2, apakah ada pengaruhnya bagian ahli waris pengganti tersebut dengan posisi orangtuanya (sebagai laki2 dan perempuan) yang digantikan kedudukannya, dimanakan dasar hukum untuk bagian ahli waris pengganti diatur secara jelas

3. Apakah dalam hukum waris Islam mengenal harta bersama?



posted by: Andi (reply)
post date: 09.26.13 (4:29 pm)

mohon pencerahannya Bu,
1. Apabila Pewaris meninggalkan ahli waris hanya Ayah dan Cucu laki-laki dari anak perempuan, siapakan yang menjadi ahli waris Ashabah?

2. Apabila pewaris meninggalkan Ahli waris hanya seorang cucu laki-laki dan cucu perempuan, berapakan bagian masing2, apakah ada pengaruhnya bagian ahli waris pengganti tersebut dengan posisi orangtuanya (sebagai laki2 dan perempuan) yang digantikan kedudukannya, dimanakan dasar hukum untuk bagian ahli waris pengganti diatur secara jelas

3. Apakah dalam hukum waris Islam mengenal harta bersama?



posted by: Andi (reply)
post date: 09.26.13 (4:30 pm)

mohon pencerahannya Bu,
1. Apabila Pewaris meninggalkan ahli waris hanya Ayah dan Cucu laki-laki dari anak perempuan, siapakan yang menjadi ahli waris Ashabah?

2. Apabila pewaris meninggalkan Ahli waris hanya seorang cucu laki-laki dan cucu perempuan, berapakan bagian masing2, apakah ada pengaruhnya bagian ahli waris pengganti tersebut dengan posisi orangtuanya (sebagai laki2 dan perempuan) yang digantikan kedudukannya, dimanakan dasar hukum untuk bagian ahli waris pengganti diatur secara jelas

3. Apakah dalam hukum waris Islam mengenal harta bersama?



posted by: riana (reply)
post date: 10.02.13 (8:27 am)

to : Andi
1. ahli waris ayah & cucu lk dr anak pr yg m'jadi ashabah adlh ayah
2. jika ahli waris hanya cucu lk & cucu pr, maka bagiannya 2 : 1, 2 bagian lk & 1 bagian pr
dasar hukum ahli waris pengganti dalam :
Kompilasi Hukum Islam (KHI) adalah diberikannya hak seorang ahli waris yang telah meninggal dunia kepada keturunannya yang masih hidup. Aturan ini tercantum dalam Pasal 185 KHI yang bunyi lengkapnya adalah sebagai berikut:

Ahli waris yang meninggal dunia lebih dahulu dari pada si pewaris, maka kedudukannya dapat digantikan oleh anaknya, kecuali mereka yang tersebut dalam Pasal 173.

Bagian ahli waris pengganti tidak boleh melebihi dari bagian ahli waris yang sederajat dengan yang diganti.

Mengganti kedudukan orang tua yang meninggal dunia tersebut selanjutnya disebut ahli waris pengganti. Ketentuan semacam ini tidak dijumpai dalam fikih empat madhab, akan tetapi merupakan adopsi dari hukum waris Islam Pakistan. dimana ahli waris pengganti itu hanyalah cucu saja.

Setelah masalah ahli waris Pengganti ini masuk dalam KHI yang dirumuskan dalam pasal 185, ternyata dalam pelaksanaannya berkembang jauh dari aslinya, bahkan mengacu pada BW, dimana terdapat tiga macam bentuk ahli waris pengganti, sebagai berikut :

Penggantian dalam garis lencang ke bawah, yaitu penggantian seseorang oleh keturunannya, dengan tidak ada batasnya, selama keturunannya itu tidak dinyatakan onwaarding atau menolak menerima warisan (Pasal 842). Dalam segala hal, pergantian seperti di atas selamanya diperbolehkan, baik dalam hal bilamana beberapa anak si yang meninggal mewaris bersama-sama, satu sama lain dalam pertalian keluarga yang berbeda-beda derajatnya.

Penggantian dalam garis kesamping (zijlinie), di mana tiap-tiap saudara si meninggal dunia, baik sekandung maupun saudara tiri, jika meninggal dunia lebih dahulu, digantikan oleh anak-anaknya. Juga penggantian ini dilakukan dengan tiadabatasnya (Pasal 853, jo. Pasal 856, jo. Pasal 857)

Penggantian dalam garis ke samping menyimpang dalam hal kakek dan nenek baik dari pihak ayah maupun dari pihak ibu, maka harta peninggalan diwarisi oleh golongan keempat, yaitu paman sebelah ayah dan sebelah ibu. Pewarisan ini juga dapat digantikan oleh keturunannya sampai derajat keenam (Pasal 861).

Dalam Hasil Rakernas Mahkamah Agung RI pada tahun 2010 dan tahun 2011 dijelaskan bahwa ahli waris pengganti hanya sampai cucu, sesuai pasal 185 KHI, tidak sama dengan BW.

3. Setelah mengetahui pengertian harta gono gini, timbul pertanyaan berikutnya, bagaimana membagi harta gono gini tersebut menurut Islam?

Di dalam Islam tidak ada aturan secara khusus bagaimana membagi harta gono gini. Islam hanya memberika rambu-rambu secara umum di dalam menyelesaikan masalah bersama, diantaranya adalah :

Pembagian harta gono-gini tergantung kepada kesepakatan suami dan istri. Kesepakatan ini di dalam Al Quran disebut dengan istilah Ash Shulhu yaitu perjanjian untuk melakukan perdamaian antara kedua belah pihak (suami istri) setelah mereka berselisih. Allah SWT berfirman:

وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا وَالصُّلْحُ خَيْرٌ وَأُحْضِرَتِ الْأَنْفُسُ الشُّحَّ وَإِنْ تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya untuk mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) [8]

Ayat di atas menerangkan tentang perdamaian yang diambil oleh suami istri setelah mereka berselisih. Biasanya di dalam perdamaian ini ada yang harus merelakan hak-haknya, pada ayat di atas, istri merelakan hak-haknya kepada suami demi kerukunan antar keduanya. Hal ini dikuatkan dengan sabda Rasulullah saw :

عَنْ عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ الْمُزَنِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصُّلْحُ جَائِزٌ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ إِلَّا صُلْحًا حَرَّمَ حَلَالًا أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا

Dari Amru bin Auf al Muzani dari bapaknya dari kakeknya bahwa Rasulullah saw bersabda: Perdamaian adalah boleh di antara kaum muslimin, kecuali perdamaian yang mengharamkan yang halal dan perdamaian yang menghalalkan yang haram [9]

Begitu juga dalam pembagian harta gono-gini, salah satu dari kedua belah pihak atau kedua-duanya kadang harus merelakan sebagian hak-nya demi untuk mencapai suatu kesepakatan. Umpamanya : suami istri yang sama-sama bekerja dan membeli barang-barang rumah tangga dengan uang mereka berdua, maka ketika mereka berdua melakukan perceraian, mereka sepakat bahwa istri mendapatkan 40 % dari barang yang ada, sedang suami mendapatkan 60 %, atau istri 55 % dan suami 45 %, atau dengan pembagian lainnya, semuanya diserahkan kepada kesepakatan mereka berdua.

Memang kita temukan di dalam KHI (Kompilasi Hukum Islam) dalam Peradilan Agama, pasal 97, yang menyebutkan bahwa :

Janda atau duda cerai hidup masing-masing berhak seperdua dari harta bersama sepanjang tidak ditentukan lain dalam perjanjian perkawinan.

Keharusan untuk membagi sama rata, yaitu masing-masing mendapatkan 50%, seperti dalam KHI di atas, ternyata tidak mempunyai dalil yang bisa dipertanggung jawabkan, sehingga pendapat yang benar dalam pembagian harta gono gini adalah dikembalikan kepada kesepakatan antara suami istri.

Kesepakatan tersebut berlaku jika masing-masing dari suami istri memang mempunyai andil di dalam pengadaan barang yang telah menjadi milik bersama, biasanya ini terjadi jika suami dan istri sama-sama bekerja. Namun masalahnya, jika istri di rumah dan suami yang bekerja, maka dalam hal ini tidak terdapat harta gono- gini, dan pada dasarnya semua yang dibeli oleh suami adalah milik suami, kecuali barang-barang yang telah dihibahkan kepada istri, maka menjadi milik istri. Wallahu Alam





Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana

Your Name:


Your Comment:


Download Materi